Tampilkan postingan dengan label astronomi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label astronomi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 28 Januari 2011

9 Tempat Paling Ekstrim di Tata Surya Kita

Tertinggi, terdalam, terpanas, teraneh. Sistem tata surya kita merupakan tempat berbagai kondisi ekstrim. Dalam bukunya yang berjudul The 50 Most Extreme Places in Our Solar System, David Baker dan Todd Ratcliff memaparkan di mana saja tempat-tempat yang paling unik hingga mengerikan di tata surya. Berikut ini beberapa contohnya :

1. Planet Jupiter

Leia Mais…

Jumat, 21 Januari 2011

Akibat Kemunculan Ophiuchus, Susunan Zodiak Berubah



https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjFBBrY3wp7WHxA4JhOXZR0NMUCyfyM9qXyBaTJm-ZWLkS0KRHa6iHxIVW7xv73_qkyK0rKEj6jH3X5OtgUsKWlX8UoM1IwAbg_s41kXk2q61b69RVIFzw5PCWrkPr5BwMqOoHk-hK9T6w/s400/oph_c.gif 
Bagi penggemar astronomi, bersiaplah menerima perubahan. Karena boleh jadi, kini zodiak Anda berubah akibat pergeseran planet. Zodiak Anda bisa jadi bukan lagi Cancer dan berubah menjadi Gemini. Yang semula Pisces bisa berubah menjadi Aquarius. Namun beberapa di antara Anda bisa juga tak bergeser posisi zodiaknya, berdasarkan perhitungan ilmu astronomi.

Leia Mais…

Rasi Bintang Ke-13. Benarkan Ada?

Belakangan ini heboh penemuan rasi bintang baru dalam jajaran astronomi yang menjadikan Ophiuchus sebagai zodiac ke 13 menggeser semua jajaran zodiac yang sudah ada.

Leia Mais…

Kamis, 13 Januari 2011

Dicari Pasukan Berani Mati Untuk Dikirim ke Mars!

Planet Mars diproyeksi menjadi koloni manusia. Kelak, saat Bumi makin rusak dan tak bisa lagi dihuni. Untuk mewujudkan rencana itu, diperlukan sukarelawan yang berani menjadi perinti pertama di planet merah.
Perjalanan dari Bumi ke Mars diperkirakan hanya makan waktu 10 bulan, namun tak ada kesempatan untuk pulang.

Tak hanya menghadapi lingkungan Mars yang tak menentu, tanpa oksigen, tanpa air, sukarelawan juga harus siap menghadapi kondisi keterasingan, jauh dari Bumi dan manusia lainnya. Sebuah kondisi yang belum pernah dihadapi sebelumnya dalam sejarah manusia.

Leia Mais…

Fakta Mengerikan Seputar Perjalanan Ke Luar Angkasa

Anda bercita-cita untuk menjadi seorang astronot? Atau memimpikan ingin berjalan-jalan ke luar angkasa? Jangan melulu bayangkan hal yang indah-indah. Seperti dikutip dari Discovery, ada beberapa fakta yang "menarik" seputar kepergian ke luar Bumi itu.



http://www.solarnavigator.net/aviation_and_space_travel/aviation_space_images/astronaut_free_flight_above_earth.jpg


Bangkai Makhluk Hidup

Penelitian dan eksplorasi ruang angkasa telah mengorbankan sejumlah nyawa makhluk hidup, terutama hewan. Jika Anda mengira mengorbankan monyet dan anjing di lab-lab pengujian atas nama ilmu pengetahuan di Bumi, sudah cukup buruk, bayangkan hal ini.

Leia Mais…

Terraforming Mars: Gagasan Merubah Mars Menjadi Bumi Baru

Ketika bumi semakin tidak bersahabat bagi kelangsungan hidup umat manusia, maka kita harus melakukan eksodus, mencari tempat lain yang lebih layak untuk ditinggali. Mungkin ini yang akan di lakukan oleh manusia bumi di masa depan. Namun, kemanakah tujuan kita?


Langkah yang bisa dilakukan untuk mendapatkan tempat tinggal baru bagi manusia selain di bumi ialah dengan cara mencari planet yang dapat dihuni itu sendiri. Masalahnya, perkara mencari planet yang dapat dihuni di luar sana tidaklah semudah membalikkan telapak tangan.
http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/7/78/TerraformedMars.jpg/300px-TerraformedMars.jpg
Terraformed Mars

Planet Mars dan Europa (bulan Jupiter) merupakan obyek di tata surya kita yang diklaim bersahabat bagi kehidupan manusia karena diyakini memiliki sumber kehidupan, yaitu air.

Tetapi kehidupan kompleks manusia tidak hanya bergantung sepenuhnya pada air, bukan? Bentuk topografi, atmosfer, temperatur dan komposisi udara merupakan beberapa hal lain yang perlu diperhatikan. Untuk dapat menopang kehidupan, suatu planet harus memiliki berbagai kemiripan dengan bumi. Dan di tata surya kita, selain bumi belum ada yang benar-benar dapat kita tinggali.

Mencari planet di luar tata surya (exoplanet) merupakan usaha yang ditempuh oleh para astronom. Mencari planet layak huni di luar tata surya tentunya lebih menyulitkan lagi. Ada beberapa cara untuk mencari planet yang beredar pada bintang induknya di sistem tata surya lain.

Teknik pencarian exoplanet seperti Spektroskopi Doppler, Astrometri, maupun fotometri adalah beberapa metode yang digunakan. Bahkan badan ruang angkasa Amerika, NASA, baru-baru ini telah meluncurkan wahana Kepler untuk membantu mencari jejak-jejak exoplanet di luar sana.

Sejauh ini, dari jajaran exoplanet yang berhasil ditemukan, hanya Gliese 581 d lah planet yang benar-benar menjanjikan. Gliese 581 d atau yang kerap dijuluki sebagai Super Earth merupakan exoplanet sejauh 20 tahun cahaya di rasi bintang Libra. Ia memiliki massa tujuh kali dari bumi dan mengorbit di zona layak huni pada suatu bintang katai merah yang massanya hanya sepertiga Matahari.
 
Mencari planet layak huni bukanlah satu-satunya jalan untuk mendapat tempat tinggal baru bagi anak cucu kita di masa depan. Salah satu gagasan yang terdengar cukup hebat ialah dengan membuat planet yang dapat dihuni. Ya, kita membuat sendiri planet seperti bumi yang layak ditinggali.
Bagaimana caranya? yaitu dengan Terraforming.

Terraform (berarti “membentuk Bumi”) adalah proses bersifat hipotesis yang mengubah atmosfir, temperatur, topografi permukaan atau ekologi menjadi mirip dengan Bumi sehingga dapat dihuni oleh manusia.

Dengan melakukan terraform pada suatu planet yang dituju, maka akan merubah kondisi planet tersebut sehingga dapat menopang kehidupan manusia. Mars, planet tetangga kita ialah salah satu kandidat terbaik untuk melakukan ini semua.


Konsepsi mengenai proses terraform Mars dalam 4 tahap pembangunan.

Mars adalah planet di tata surya kita yang cukup bersahabat bagi kehidupan. Hasil penelitian yang dilakukan menemukan bukti bahwa pada masa mudanya Mars bersuhu hangat dan memiliki air yang melimpah.

Kemungkinan CO2 yang digunakan untuk menghangatkan planet tersebut di masa silam masih tersimpan di sana. Begitu pula dengan air, mungkin masih tersimpan di tanah beku maupun tudung kutubnya.
Atmosfer Mars dapat diciptakan dengan melepas CO2 yang membeku di tanah dan tudung es kutub. Hal tersebut dapat dilakukan dengan memuntahkan gas rumah kaca yang kuat.

Mungkin bagunan-bangunan khusus akan dibangun untuk memuntahkan gas rumah kaca tersebut. Sementara cermin-cermin raksasa yang disebar di sana akan memfokuskan sinar matahari ke es agar air mencair.

Ketika CO2 terlepas, kehangatan Mars akan meningkat dan mendorong tekanan ke atmosfer sehingga air pun mengalir. Kemudian dengan menebarkan benih-benih tumbuhan perintis seperti alga dan lumut kerak, serta menebar mikroba dapat menciptakan tanah organik dan menambah sedikit oksigen ke atmosfer.

Dengan demikian rencana penghijauan dengan menanam bibit untuk menciptakan hutan beriklim maupun hutan boreal dapat segera dilakukan.

Ketika tumbuh-tumbuhan mulai menghiasi Mars, kebutuhan energi untuk pemukiman segera dibangun. Tenaga nuklir mungkin sebagai pilihannya. Karena sedikitnya oksigen, penduduk Mars mungkin akan tetap beraktifitas dengan alat bantu pernafasan nantinya.
 
Mungkin seperti inilah gambaran manusia Mars di masa depan.

Namun itu semua bukanlah pekerjaan instan, perlu waktu beratus-ratus tahun untuk menyulap kondisi Mars menjadi seperti Bumi dan tentu saja, biaya yang besar. Walaupun terraforming ini masih sekedar gagasan yang bersifat hipotesis, nampaknya cukup ditunggu untuk benar-benar direalisasikan ya.

source: http://www.apakabardunia.com/post/teknologi/terraforming-mars-gagasan-merubah-mars-menjadi-bumi-baru


Leia Mais…

Rabu, 05 Januari 2011

Dijual, Tanah di Planet Serupa Bumi

Planet Gliese 581g, merupakan sebuah planet yang terletak di konstelasi Libra, dalam sistem tata surya bintang kerdil merah (Red Dwarf). Bintang kerdil merah yang diputari oleh planet itu sendiri ditemukan oleh Wilhem Gliese, astronom Jerman di tahun 1957 dan diberi nama Gliese 581.

Menurut Steven Vogt, penemu Gliese 581g, planet itu terlalu cantik untuk diberi nama demikian. Untuk itu, Vogt kemudian menamai Gliese 581 sebagai Zarmina, seperti nama istrinya yang tinggal di California.

Yang menarik, Gliese 581g, yang ditemukan pada September lalu itu sangat mirip dengan kondisi bumi, namun dengan ukuran yang lebih besar. Planet berjarak 20 tahun cahaya dari planet kita dan kemungkinan bisa dihuni manusia ini mencapai sekitar 20 sampai 50 persen lebih besar dari Bumi.

Saking menariknya, seperti dikutip dari Nationalgeographic, 4 Januari 2011, dua orang warga negara Amerika Serikat, Jason Connell dan Alison Tippins buru-buru mengklaim kepemilikan planet itu dan bahkan mulai menjual sejumlah kawasan tanah di sana lewat situs jualan online, eBay.

“Ada celah di Perjanjian Ruang Angkasa PBB di tahun 1967 yang melarang negara-negara mengklaim properti di luar angkasa,” sebut keduanya. “Namun demikian, perjanjian itu tidak menyebutkan apapun seputar kepemilikan warga negara secara individual,” ucapnya.

Kedua ‘wirausahawan’ ini kemudian mendeklarasikan kepemilikan atas tanah di planet itu ke PBB. Mereka kemudian membuat halaman iklan di eBay dan menjual sertifikat tanah seluas 10 acre (4 hektar) di planet itu. Harganya? cuma US$20 atau Rp180 ribu saja.




“Kami mengklaim kepemilikan Zarmina karena kami ingin meninggalkan Bumi selama-lamanya. Sayangnya, belum ada planet yang jadi tujuan kami,” sebut keduanya. “Namun, setelah penemuan planet itu, kami menyadari pasti banyak orang yang berpikiran sama dengan kami,” ucapnya.

Belum ada informasi apakah Connell dan Tippins telah mengajukan hak kepemilikan tanah mereka di planet itu ke badan dunia PBB.


sumber:http://teknologi.vivanews.com/news/read/197394-dijual--tanah-di-planet-serupa-bumi

Leia Mais…

Senin, 20 Desember 2010

Indonesia Tak Kebagian Gerhana Bulan

Gerhana Bulan (foto: My Spill)
 Gerhana bulan total yang terjadi pada Selasa 21 Desember nanti ternyata hanya akan menyambangi negara-negara tertentu. Perbedaan waktu ternyata membuat Indonesia tidak akan mendapatkan pertunjukan fenomena alam itu.

Profesor Riset Astronomi-Astrofisika dari Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Thomas Djamaluddin mengakui bahwa gerhana bulan total memang akan terjadi pada 21 Desember besok. Sayangnya warga Indonesia tidak akan bisa melihat fenomena ini karena masalah perbedaan waktu.

"Gerhana bulan itu hanya bisa dilihat di malam hari. Saat gerhana terjadi, Indonesia masih diterangi oleh Matahari, atau masih berada di waktu siang jadi tidak akan bisa terlihat di sini," ujar Profesor Thomas, saat dihubungi okezone, Senin (21/12/2010).

Dipaparkan Thomas, gerhana bulan total itu akan berlangsung siang hari selama kurang dari 4 jam yaitu sekira pukul 13:31 hingga 17:01. Hal inilah yang menyebabkan warga Indonesia mustahil akan bisa melihat fenomena alam yanng berlangsung selama 300 tahun sekali itu.

Sebelumnya NASA mengumumkan akan terjadi gerhana bulan pada 21 Desember nanti. Gerhana bulan sendiri sejatinya terjadi dua kali dalam setahun namun badan antariksa AS (NASA) mengklaim jika gerhana bulan kali ini tergolong tidak biasa. 21 Desember adalah pertengahan musim dingin, dan 21 Desember akan menjadi hari dengan waktu terpendek di tahun ini. Gerhana ini terakhir terjadi pada 1638 dan tidak akan terjadi lagi hingga 2094 nanti.

Gerhana bulan kali ini akan terlihat cukup indah karena terjadi di waktu yang sangat langka, di mana bulan akan sejajar dengan bintang-bintang dari bima sakti sehingga menciptakan latar belakang yang sangat luar biasa indah dan menghadirkan nuansa bulan berwarna oranye dan merah bata.


sumber:http://techno.okezone.com/read/2010/12/20/56/405211/indonesia-tak-kebagian-gerhana-bulan

Leia Mais…

Minggu, 19 Desember 2010

MISTERI ORION NEBULA


Ada sesuatu yang sangat aneh dan menakutkan tentang Nebula Orion. Nebula Orion adalah nebula menyebar di sebelah selatan Orion’s Belt. Daerah ini jelas terlihat dengan mata telanjang dan muncul pedang sebagai “bintang” di tengah Orion. Nebula Orion adalah salah satu obyek yang paling banyak diteliti dan dilihat di ruang angkasa. Nebula ini dihiasi dengan sekelompok formasi bintang raksasa dan merupakan daerah koleksi bintang yang paling dekat dengan Bumi. Telah diamati juga bahwa “peluru” supersonik dari gas berulang kali menusuk awan hidrogen padat Nebula Orion.

http://esta.smansamedan90s.org/wp-content/uploads/2009/09/The_Horsehead_Nebula_B33_Orion_Nebula.jpg

Teori yang telah terdaftar di internet yang menyatakan bahwa daerah sekitar Nebula Orion berisi bintang-bintang yang berbahaya bagi Bumi. Banyak dari laporan berasal dari kelompok video YouTube dan artikel yang memberitakan ini, tetapi pemerintah menutup-nutupi. Video yang menjelajahi koordinat ruang angkasa yang terletak di dekat Nebula Orion adalah Google Sky dan penampil Microsoft space.

http://apod.nasa.gov/apod/image/9801/orion_ware.jpg 

Kita semua akrab dengan kenyataan bahwa kalender Maya Long Count berakhir pada tanggal 21 Desember 2012. Rupanya, orang-orang Maya di Amerika Tengah memiliki cerita rakyat yang berurusan dengan bagian Orion di langit, yang dikenal sebagai Xibalba. Kata ini secara kasar diterjemahkan sebagai “tempat menakutkan” yang berisi banyak tungku perapian tradisional atau bola api membara yang berhubungan dengan Nebula Orion. Ini aneh karena beberapa astronom terbesar dalam sejarah, termasuk Galileo yang membuat pengamatan teleskopik spesifik dari daerah sekitarnya Orion, tidak menyebutkan nebula.

Bahkan, tidak ada yang menyebutkan Nebula Orion sebelum abad ke-17. Hal ini menimbulkan spekulasi bahwa ada arus pergerakan dari bintang-bintang menerangi di nebula telah meningkatkan kecerahan daerah tersebut. Hal ini juga membuktikan bahwa orang-orang Maya memiliki pengetahuan pra-teleskopik Nebula Orion. Nebula Orion telah dipelajari dengan seksama dan difoto oleh program ruang angkasa internasional. Bintang di nebula ini secara teratur memancarkan semburan besar bintang. Dalam banyak kasus, peristiwa-peristiwa besar berada pada skala yang lebih besar dari semburan bintang diproduksi oleh Matahari.

sumber http://yasirmaster.blogspot.com/2010/12/misteri-orion-nebula.html

Leia Mais…

Peneliti Temukan Planet Bertabur Berlian



Joseph Harrington, astronom dan profesor dari University of Central Florida, Amerika Serikat, dan timnya menemukan bahwa terdapat lebih banyak karbon dibanding oksigen pada atmosfir planet WASP-12b. Planet itu berjarak 1.200 tahun cahaya dari Bumi.

Temuan ini mengindikasikan bahwa bebatuan yang ada di seluruh planet itu terdiri dari karbon murni, dalam bentuk berlian atau grafit. Meski belum bisa dipastikan, tetapi planet yang sangat kaya akan karbon itu kemungkinan juga memiliki inti berlian dalam jumlah besar.

“Secara umum, planet biasanya memiliki jumlah oksigen yang sangat banyak yang membuat bebatuan seperti kuarsa dan gas seperti karbon dioksida bisa tersedia dalam kuantitas besar,” kata Harrington.

Tetapi, kata Harrington, jika karbon lebih banyak dibanding oksigen, maka akan banyak batu-batuan yang terdiri dari karbon murni seperti berlian dan grafit. Selain itu akan ada banyak gas metana.

Tim peneliti melakukan analisa kimia berdasarkan teleskop ruang angkasa Spitzer milik NASA. Mereka membandingkan perilaku inframerah gas-gas yang ada untuk menentukan komposisi atmosfir planet yang bersangkutan.

Meski karbon merupakan salah satu elemen penting yang membentuk kehidupan, WASP-12b tampaknya tidak dapat dihuni oleh makhluk hidup.

“Jaraknya terlalu dekat dengan mataharinya, dan setahun planet itu hanya berlangsung selama 26 jam saja,” kata Harrington. “Temperatur di siang hari pada planet yang diperkirakan bertaburan berlian itu juga sangat panas, mencapai sekitar 2.600 derajat Celcius. Planet itu juga rusak akibat besarnya gaya gravitasi dari mataharinya itu,” ucap Harrington.

Sebagai informasi, WASP-12b pertamakali ditemukan oleh konsorsium Wide Angle Search for Planets asal Inggris pada tahun 2009 lalu.


Leia Mais…

Atmosfir Pluto Terbalik Dibanding Bumi



Pluto, planet terjauh dari sistem tata surya kita memiliki atmosfir yang unik. Dibandingkan dengan milik Bumi, atmosfir di Pluto terbalik. Semakin tinggi, suhunya semakin tinggi, bukannya semakin rendah.

Dari pengukuran yang dilakukan oleh astronom, menggunakan Very Large Telescope milik European Southern Observatory, diketahui bahwa metana merupakan gas kedua paling banyak yang ada di atmosfirnya. Gas itu juga lebih panas di tempat yang lebih tinggi dibanding di permukaan planet.

Efek sampingnya, atmosfir bagian atas Pluto memiliki suhu sekitar 50 derajat Celcius. Lebih hangat dibandingkan dengan suhu di permukaan Pluto yang mencapai 230 derajat Celcius di bawah 0.

Menurut spekulasi Emmanuel Lellouch, ketua tim peneliti dari Paris Observatory, Prancis, di permukaan Pluto terdapat lapisan tipis beku dari metana dan gas-gas lain.

“Saat orbit Pluto sedang dekat dengan Matahari, gas beku itu menguap,” kata Lellocuh, seperti dikutip dari National Geographic, 17 Desember 2010. “Proses ini, disebut juga dengan sublimasi, mendinginkan permukaan Pluto sekaligus menghangatkan atmosfirnya,” ucapnya.

Menurut Leslie Young, Deputy Project Scientist for NASA, penemuan itu memberi petunjuk terhadap observasi lebih lanjut yang akan dilakukan satelit New Horizons.

“Kita tahu bahwa Pluto mengalami perubahan saat ia mengelilingi Matahari,” ucap Young. “Mengombinasikan hasil temuan observasi di bumi dengan data yang akan dikumpulkan New Horizons akan memberikan petunjuk jelas seputar perilaku planet kerdil tersebut,” ucapnya.

Sebagai informasi, satelit New Horizons yang diluncurkan pada 19 Januari 2006 diperkirakan akan tiba di orbit Pluto pada 14 Juli 2015 mendatang


sumber:vivanews

Leia Mais…

Ditemukan Lagi, Planet Mirip Jupiter


sistem bintang HR 8799 (gambar: NASA)
Para ilmuwan mengumumkan, bahwa sebuah planet baru, yang merupakan planet keempat menyerupai Jupiter, ditemukan di sekitar bintang muda bernama HR 8799.

Tim ini sebelumnya pada tahun 2008 juga menemukan tiga planet dari sistem bintang tersebut.

Sampai saat ini sudah lebih dari 500 planet baru ditemukan di luar tata surya kita, kebanyakan diantaranya ditemukan melalui metode tak langsung, seperti melihat ke gravitasi planet pada bintang induknya. Demikian seperti yang dikutip dari National Geographics, Kamis (9/12/2010).

Planet baru ini juga ditemukan melalui teknik pengambilan gambar langsung di sistem bintang HR 8799. Akan tetapi menurut studi yang dilakukan, berdasarkan pada massa planet di bintang HR 8799, planet yang menyerupai Jupiter tersebut memiliki kemungkinan yang berbeda dari teori formasi planet di sistem bintang HR 8799.

"Sejauh ini, penemuan ini adalah sistem multiplanet pertama yang gambarnya diambil langsung," ujar pimpinan studi, Christian Marois, seorang ahli astronomi di Herzberg Institute of Astrophysics di Kanada.

"Tapi kini penelitian kami terhenti di empat planet lainnya dan kita belum bisa menjelaskan formasi, serta lokasi tepatnya planet-planet tersebut," tambahnya.

Beberapa planet sebelumnya yang diketahui dimiliki oleh bintang HR 8799 memiliki massa lima, tujuh, sampai 10 kali lipat dari Jupiter. Planet-planet ini mengorbit dengan jarak 3,5 miliar kilometer dari bintangnya, jarak kasar yang sama antara planet Neptunus dengan Matahari kita dan berjarak 10,1 miliar kilometer, atau dua kali lipat jarak Pluto dengan Matahari

"Secara keseluruhan sistem bintang HR 8799 mulai terlihat seperti sistem tata surya kita. Akan tetapi penjelasan mengenai bagaimana planet-planet raksasa di sistem bintang tersebut belum bisa dijelaskan," tambah Marois.



sumber:http://techno.okezone.com/read/2010/12/09/56/401580/ditemukan-lagi-planet-mirip-jupiter

Leia Mais…
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...