Tampilkan postingan dengan label pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pendidikan. Tampilkan semua postingan

Senin, 31 Januari 2011

Perpustakaan Pertama di Dunia yang Mengagumkan

Perpustakaan berasal dari kata “Pustaka” yang berarti Kitab atau Buku. Menurut Sulistyo Basuki dalam bukunya Pengantar Ilmu Perpustakaan mengatakan bahwa “batasan perpustakaan adalah sebuah ruangan, bagian sebuah gedung, ataupun gedung itu sendiri yang di gunakan untuk menyimpan buku ataupun terbitan lainnya yang biasanya di simpan dengan tata susunan tertentu untuk digunakan pembaca,bukan untuk di jual.”

Leia Mais…

Minggu, 30 Januari 2011

MENGAPA YAHUDI PINTAR ?

Artikel Dr Stephen Carr Leon patut menjadi renungan bersama. Stephen menulis dari pengamatan langsung. Setelah berada 3 tahun di Israel karena menjalani housemanship dibeberapa rumah sakit di sana. Dirinya melihat ada beberapa hal yang menarik yang dapat ditarik sebagai bahan tesisnya, yaitu, “Mengapa Yahudi Pintar?”

Leia Mais…

Kamis, 27 Januari 2011

7 penyebab mahasiswa/mahasiswi kuliah menjadi lama



1. Kuliah karena terpaksa
Melihat anaknya diwisuda adalah kebanggaan bagi setiap orang tua. Dari lubuk hati setiap orang tua pasti menginginkan anaknya menjadi seorang yang pintar dan sukses. Bahkan memaksa anaknya untuk kuliahpun bisa saja mereka lakukan. Berawal dari sebuah keterpaksaan inilah maka ketika sudah menjadi mahasiswa, dia enggan untuk serius dalam kuliah, apalagi pengen cepat-cepat diwisuda.

Leia Mais…

Tokoh Sukses dan Top Dunia yang Drop Out dari Sekolah

Kita semua pasti kenal dengan tokoh-tokoh dunia ini, tapi apakah kita tau kalo mereka pernah di D.O dari sekolahnya?
penasaran langsung cek ajah deh

Leia Mais…

Sabtu, 22 Januari 2011

Green School, Sekolah Hijau di Bali yang Telah Mendunia

Inilah Green School dari Bali Yang Terkenal Di Dunia Karena Ramah Lingkungan

Selama pembangunannya, hanya bambu, rumput gajah dan tanah liat yang dipergunakan. Semen digunakan hanya di beberapa tempat di yayasan. Pusat dan bangunan yang paling penting adalah "jantung sekolah." Ini mungkin merupakan gedung terbesar di dunia yang dibangun sepenuhnya dari bambu. Dengan tinggi 18 meter dan luas 64 meter, area sekolahnya mencakup berbagai struktur: gedung apartemen, ruang kelas, gedung kantor, dan kafe. Sekolah ini mendapatkan listrik dari sumber ramah lingkungan: generator turbin air dan panel surya . Terobosan untuk meminimalisir pencemaran dunia yang patut diacungi jempol ...

Selamat datang di Green School  Bali, Indonesia. Sebuah bangunan sekolah yang akan memberikan pendidikan tentang lingkungan hidup yang menakjubkan dengan metode pendidikan berbasis holistik.

Leia Mais…

80% Anak Indonesia Berpotensi Negative Thinking Saat Dewasa

Adiksi pornografi dan kurang nutrisi di masa kecil akan mempengaruhi perkembangan otak manusia saat dewasa. Akibat pengaruh faktor-faktor tersebut, 80 persen anak Indonesia akan lebih banyak berpikir negatif saat dewasa.

Leia Mais…

Rabu, 19 Januari 2011

7 Jurusan Kuliah Yang Menjanjikan di Masa Depan



http://3.bp.blogspot.com/_oQGx3yTv_Ss/TFbZd-MHNEI/AAAAAAAABZ4/z7Ax30lPqZ4/s1600/KuliahDM3_1.jpg


Bagi teman-teman yang baru lulus dari SMA, tentu jenjang kuliah jadi proses berikutnya untuk menjadi orang yang lebih sukses dan menjanjikan untuk masa depan. Untuk itu harus memilih jurusan yang tepat dan menjanjikan di masa depan. Berikut beberapa jurusan kuliah yang menjanjikan di masa depan :

Leia Mais…

Mengenal Gelombang Laut, Jenis-jenis Dan Manfaatnya

Gelombang / ombak yang terjadi di lautan dapat diklasifikasikan menjadi beberapa macam tergantung kepada gaya pembangkitnya. Pembangkit gelombang laut dapat disebabkan oleh: angin (gelombang angin), gaya tarik menarik bumi-bulan-matahari (gelombang pasang-surut), gempa (vulkanik atau tektonik) di dasar laut (gelombang tsunami), ataupun gelombang yang disebabkan oleh gerakan kapal.


Leia Mais…

Selasa, 18 Januari 2011

Arti Sahabat. Sinetron yang Merusak Anak Sekolah

pernah ga gan nonton sinetron arti sahabat? kalo menurut ane tu sinetron ga da bagusnya bahkan malah buat anak2 SMA jadi rusak


Spoiler for image:


Dari awal ampe akhir yg ane liat cuma adegan pacaran, marahan, ama saingan rebutan pacar/pamor semua pemainnya pake seragam ngasal. yg cewek pake rok sepaha & make up. yg cowok jg ga mau kalah. semua pasti pake aksesoris kayak kalung/gelang. bajunyapun pasti ketat padahal kalo disekolah yg bener kelakuan kayak begitu bisa dipanggil orang tuanya.

Spoiler for image:


secara ga sadar anak2 sekolah terutama SMA mulai niru cara2 berpakaian seperti yg ada disinetron itu. Dan yg paling parah jam tayang sinetron tersebut pas waktu yg bisa ditonton sama anak SD sekalipun. apa KPI sekarang bener2 ga menyeleksi acara2 yg ada di tv? kenapa kita ga bisa buat sinetron yg lebih mendidik & menghibur untuk semua kalangan? ane cuma mau nyampein unek2 dihati ane aja. mohon maap kalo ada yg ga berkenan. mohon bantu ya gan, mudah2an bisa bantu generasi muda kita

sumber:http://www.kaskus.us/showthread.php?t=6299184

Leia Mais…

Jumat, 24 Desember 2010

Pelajar Jangan Cuma ‘Belajar’!

namanya pelajar, tugasnya memang belajar. tapi apakah harus selalu begitu? apakah pelajar harus selalu bergulat dengan buku?
Teman2 pelajar sendiri sebagian besar mungkin akan menjawab TIDAK. karena masa2 indah sebagai pelajar (baca: remaja) nyaris hampa jika hanya dilewatkan di depan buku. benar begitu?^^
belajar memang wajib. tapi apakah harus dengan cara konvensional? apakah harus selalu dengan buku dan pensil? karena pelajaran itu ada di mana-mana, Teman. pelajaran tidak hanya ada di sekolah. di penjelasan guru. di buku cetak. semua yang harus kita pelajari ada di kehidupan kita. bukan begitu?
kadang2 pelajaran ‘langsung’ dari kehidupan itu lebih mantap dan mengena di hati kita, lebih sulit untuk kita lupakan. dan tentunya, lebih aplikatif dan berguna jika kita mengarungi kehidupan yang sesungguhnya nanti.
bagaimana caranya agar kita bisa belajar dari hidup?
terjun ke masyarakat. melihat dari dekat. berbakti dan menyandang amanat.
kita akan mencoba bersama, Teman. sudah saatnya pengetahuan kita tidak dibatasi oleh dinding2 sekolah dan deretan bangku. ilmu, tentunya akan lebih berguna jika diterapkan langsung di masyarakat, bukan hanya sebagai syarat nilai ujian. bukan begitu?
belajarlah untuk hidup, bukan hidup untuk belajar.

Leia Mais…

Belajar Nikmat tanpa Tekanan

Biarpun sudah tugasnya, tidak semua pelajar senang belajar. Apalagi pelajar SMP-SMA, wuahhh…memang lagi males2nya^^ Teman mungkin menganggap belajar adalah sesuatu yang melelahkan, menjemukan, mengerikan…yang jelas tidak ada yang bisa ‘dinikmati’ dari pelajaran. Hmm…benarkah begitu?
Tidak juga. Pada dasarnya belajar terasa ‘negatif’ karena sejak awal mindset kita menganggapnya sebagai ‘paksaan’. Penyebabnya, belajar dilakukan hanya untuk ujian. Jika tidak lulus, maka REMIDI pun siap menanti. Inilah yang membuat belajar menjadi momok. Jika Teman mengubah pola pikir ini, sebenarnya belajar pun bisa dibuat fun. Ujung2nya, prestasi akan mudah diraih
Agar bisa menikmati proses pembelajaran, kita harus kembali ke HAKIKAT BELAJAR. Mengapa kita belajar? Untuk apa kita belajar?

1. Belajar Bukan Hanya Untuk Ujian
Jika Teman belajar hanya untuk memenuhi standar nilai ujian, maka secara tidak langsung teman akan terbebani dengan target itu. Misal, sekolah Teman menetapkan nilai ujian siswa minimum harus 7,5, jika tidak mencapai itu maka Teman harus remidi. Target itu memang bisa membuat Teman belajar, tapi tidak dengan senang. Kecuali jika Teman membuat target itu sendiri dengan sukarela, maka tidak ada masalah.
Sebetulnya penetapan target oleh sekolah ini bertujuan baik, tapi kadang juga membuat pelajar merasa tertekan. Untuk mengatasinya, cobalah tidak terlalu memikirkan hal itu. Membayangkan hukuman, remidi, nilai jelek, hanya akan membuat Teman stres saat belajar, sehingga akhirnya malah tidak bisa berkonsentrasi.
2. Belajar Karena Ingin Tahu
Jika bukan ujian, lalu apa yang membuat kita belajar? Tentu saja karena kita ingin tahu. Sebetulnya, materi2 yang Teman pelajari di sekolah sungguh menantang, jika saja Teman bisa menemukan sisi menariknya.
Sebagai contoh, mungkin selama ini Teman (seperti saya^^) menganggap Fisika sebagai momok. Memang, hitung2an yang kerap keluar di soal ujian bikin pusing kepala. Namun, cobalah melihat sisi menarik Fisika. Baca pengetahuan populer tentang Fisika, pasti Teman akan menemukan sesuatu yang menarik. Misalnya, bagaimana teori relativitas Einstein bisa membuat seseorang menjadi ‘awet muda’. Atau bagaimana hukum Termodinamika bisa mengawetkan orang yang sudah ‘mati’ untuk kemudian ‘dihidupkan’ kembali.
Hal2 menarik ini akan membuat Teman penasaran, sehingga akhirnya berusaha mencari tahu sendiri. Walaupun tanpa dipaksa, walaupun toh tidak keluar di ujian. Ini akan membuat proses belajar Teman terasa lebih menyenangkan.
Bukankah ini alasan sesungguhnya mengapa kita belajar? Karena kita selalu dan selalu ingin tahu. Bukan begitu?
3. Belajar untuk Menerapkan Ilmu
Apakah sebenarnya tujuan belajar? Apakah hanya untuk memperoleh nilai memuaskan dalam ujian? Lalu setelah ujian, akan dikemanakan ilmu kita?
Inilah yang kadang menjadi ironi pendidikan. Pelajar belajar hanya untuk mendapat nilai, setelah itu, selesai. Nilai ujian inilah yang kadang bisa menjadi target ‘menyesatkan’.
Nah, agar Teman tidak stres saat belajar karena memikirkan nilai, ada baiknya Teman renungkan ilmu apa yang akan Teman dapat dengan pelajaran ini. Sebagai contoh, Teman ogah2an belajar Biologi. Coba Teman lihat masalah2 di lingkungan sekitar Teman dan pikirkan bagaimana Biologi bisa mengatasinya. Misalnya, ayah Teman mengidap obesitas dan perlu diet. Tidak perlu kan Teman membuang uang untuk konsultasi ke pakar nutrisi jika Teman menguasai Biologi dengan baik. Pikirkan bahwa Teman bisa membantu orang2 di sekitar Teman dengan ilmu yang Teman pelajari. Yakinkan diri Teman bahwa ilmu itu sangat bermanfaat, jauh lebih berharga daripada hanya sekedar selembar kertas ujian. Itu akan membuat Teman belajar tanpa harus merasa tertekan.
Begitulah, Teman. Sebetulnya sungguh mudah belajar dengan menyenangkan. Intinya, belajarlah secara aplikatif dan jangan terlalu terbebani dengan ujian. Menurut Teman2 sendiri bagaimana?

Leia Mais…

Mengapa Orang Indonesia Bodoh?

Orang Indonesia banyak yang bodoh, tapi gak sadar kalau dia bodoh dan berlagak seolah2 tidak bodoh. Malah banyak orang bodoh yang suka membodoh-bodohi orang lain, padahal dia sendiri sebetulnya sedang dibodohi. Sungguh kebodohan yang amat bodoh!!! Kok bisa ya mereka sebegitu bodohnya???
1.      Sekolah Mahal
Masuk SD bagus aja bayar sampe 5 juta. Mau kuliah aja harus keluar kocek sampe ratusan juta. Gimana mau pinter??? Di negara maju sekolah gratis, Bung. Di ‘negara mundur’ saja yang mau sekolah mesti ngutang dulu. Kok senang ya ‘orang2 berkuasa’ itu bikin sekolah komersil. Mbok ya kalau mau kaya bikin bisnis aja sana. Mau nipu orang kek, mau ngeruk duit kek, sah2 saja, namanya juga bisnis. Tapi ya jangan ‘ngeruk duit’ di sekolah dong. Jangan ‘meres’ pelajar, jangan meres orang tua. Wong2 cilik itu sudah kering kerontang badannya, eee kok ya masih tega diperes!!! Orang mau pinter kok dihalang2i, penguasa macam apa itu??? Bikin malu saja!!!
2.      Sekolah Gak Bermutu
Sudah bayar mahal, isinya gak mutu pula. Tanpa bermaksud menggeneralisasikan, ada sekolah2 favorit yang biayanya selangit, ternyata mutunya cuma sak’iprit. Nampaknya banyak sekolah yang belum paham benar apa sesungguhnya yang dimaksud ‘sekolah bermutu’. Masyarakat menilai sekolah bermutu itu yang gedungnya megah, fasilitasnya mewah, komputer ngecling, papan nama internasional, dsb, dll, dst, dkk! Padahal yang penting itu kan sistemnya. Metode pembelajaran, SDM guru, dan kedisiplinan. Buat apa komputer canggih kalo Cuma dipake nge-game? Buat apa LCD, TV, VCD kalo guru Cuma nyuruh hafalan buku teks? Buat apa sih semua fasilitas modern itu kalo metode pembelajaran kita masih kuno??? Asli gak ada bedanya sama sekolah2 reyot zaman Belanda dulu. Yang beda Cuma bungkusnya aja. Dalemnya?Nonsense!
3.      Sekolah Cuma Dikit
Mahal, gak mutu, dikit pula. Orang Jawa mungkin gak terlalu merasakan masalah ini, tapi anak2 di daerah pedalaman Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Papua, dan pulau2 nun jauh di pelosok sana jelas menjadi korban. Kadang2 sekolah Cuma ada di ibukota kabupaten, dan untuk mencapainya pun sulit sekali. Di sekolah yang Cuma satu2nya itu, fasilitasnya juga seadanya. Satu sekolah bisa Cuma dua guru. Kalo lihat yang kayak begini, kita gak bisa nyalahin dong kalo SDA mereka dirampok sama orang asing. Kekayaan alam mereka pun akhirnya Cuma memperkaya orang yang sudah kaya, sedangkan mereka sendiri tetap berkubang dalam lingkaran kemiskinan yang nggak ada ujungnya. Cuma pendidikan yang bisa memutusnya, dan itupun nggak bisa mereka dapatkan.
Memang, kalo mau pintar, intinya ya sekolah. Kalau sekolah saja masih susah, jangan harap orang Indonesia bisa pintar. Karena itu Teman, kita2 yang sudah mendapat status sebagai ‘pelajar dan mahasiswa’ ini sudah sepatutnya bersyukur. Mudah2an kita bisa jadi orang pintar dan membuat semua anak Indonesia lebih dan lebih pintar lagi!

Leia Mais…

Selasa, 21 Desember 2010

Jenis Selingkuh Non Fisik yang Tidak Anda Sadari

Mendengar kata selingkuh, apakah Anda langsung berpikiran tentang seks? Atau berhubungan seks diam-diam di belakang pasangan. Padahal, selingkuh lebih dalam dari itu. Hanya dengan mempunyai niat untuk “menyembunyikan” saja ternyata Anda sudah diposisikan selingkuh. Di bawah ini beberapa tanda “menyembunyikan” yang bisa dijadikan acuan untuk melihat apakah Anda sedang membangun jembatan perselingkuhan.

http://unik.supericsun.com/wp-content/uploads/2010/11/883a397845nOjek1.jpg.jpg

Apakah Anda dalam posisi mempunyai istri/suami seorang yang posesif. Kemudian mendorong Anda untuk menyembunyikan “pertemanan” dengan lawan jenis alasannya takut dilarang?

Maaf, tapi dalam hal ini Anda sangat bisa diposisikan selingkuh. Walaupun tak ada kontak fisik atau hubungan spesial diantara Anda dan teman itu. Tapi secara tak langsung daerah abu-abu telah terbentuk. Kerahasian itu lama kelamaan akan membuat Anda nyaman dan muncullah sebuah penghianatan. Jadi jujurlah pada pasangan.
Mengunjungi “shat room atau cyber sex”
Anda secara teratur mengunjungi sebuah chat room untuk sekedar berbicara dengan wanita/pria yang menurut Anda menggoda. Atau mungkin beberapa kali melakukan cyber sex dengan lawan jenis lain. Kemudian Anda berpikir kalau itu tak masalah. Sebab Anda sebenarnya tak mengenal dan tak pernah bertemu dengannya?

Anda sangat salah. Ini sangat bisa menjadi masalah karena pertama, Anda menyembunyikan ini dari pasangan. Kedua, Anda telah berbagi perilaku seksual dengan orang lain. Secepatnya hentikan jenis hubungan seperti ini agar terhindar dari masalah yang lebih besar.
Pertemuan diam-diam dengan “mantan”
Yang terakhir ini mungkin Anda pikir adalah hal yang baik dalam menjaga pertemanan atau silahturahmi. Dengan berpikir satu sama lain tak tertarik lagi. Kemudian sering bertemu untuk sekedar minum kopi selepas kerja.
Ini sangat bisa dikatakan Anda tengah membangun jembatan perselingkuhan. Pertama, Anda menyembunyikannya dari pasangan. Kedua, hal tersembunyi ini akan semakin nikmat Anda jalani.

Leia Mais…

Senin, 20 Desember 2010

Berbagai Atraksi Robot di Rumah Robot

Rumah Robot hadir di Thamrin City, Jalan Thamrin Boulevard, Jakarta. Bermacam robot, seperti robot yang bisa bermain bola serta robot anjing dipamerkan di sini.
GB
Robot bermain sepak bola ini dapat disaksikan dan dimainkan semua pengunjung.
GB
Bahkan, pengunjung pun bisa membongkar pasang robot-robot lain untuk permainan sederhana.


GB
Selain bisa memainkan robot-robot layaknya film Transformer, pengunjung dapat bermain dengan robot di lane follower, sumobot, micro mouse, firefihting.
GB
Di Rumah Robot ini, disediakan juga ruang kreatif yang menyediakan berbagai rangkaian robot sederhana.
GB
Ada juga robot anjing yang jika dielus punggungnya langsung merajuk manja. Tapi juga bisa galak jika dipegang kakinya.


GB
Bagi yang tertarik membawa pulang manusia tiruan ini, harus siap merogoh kocek dalam-dalam. Sebab, satu unit robot dijual dari Rp 5 juta hingga seharga satu buah mobil.



sumber :http://foto.detik.com/readfoto/2010/12/18/172027/1527948/157/1/berbagai-atraksi-robot-di-rumah-robot
 

Leia Mais…

Yuk Kita Jalan Jalan Ke Museum Anatomi Tubuh

Museum anatomi tubuh yang UNIK banget dah gan,,,

kita bisa melihat bagian dalem tubuh kita... ^^

Museo del cuerpo humano (19 fotos) 1


Museo del cuerpo humano (19 fotos) 2


Museo del cuerpo humano (19 fotos) 3


Museo del cuerpo humano (19 fotos) 4


Museo del cuerpo humano (19 fotos) 5


Museo del cuerpo humano (19 fotos) 6


Museo del cuerpo humano (19 fotos) 7


Museo del cuerpo humano (19 fotos) 8


Museo del cuerpo humano (19 fotos) 9


Museo del cuerpo humano (19 fotos) 10


Museo del cuerpo humano (19 fotos) 11


Museo del cuerpo humano (19 fotos) 12


Museo del cuerpo humano (19 fotos) 13


Museo del cuerpo humano (19 fotos) 14


Museo del cuerpo humano (19 fotos) 15


Museo del cuerpo humano (19 fotos) 16


Museo del cuerpo humano (19 fotos) 17


Museo del cuerpo humano (19 fotos) 18


Museo del cuerpo humano (19 fotos) 19

Leia Mais…

Minggu, 19 Desember 2010

7 Penyebab Mengapa Kualitas Pendidikan di Indonesia Rendah

1. Pembelajaran yang terpaku pada buku paket (KURIKULUM BUKU PAKET)

Di indonesia telah berganti beberapa kurikulum. Hampir setiap menteri mengganti kurikulum lama dengan kurikulum yang baru. Namun adakah yang berbeda dari kondisi pembelajaran di sekolah-sekolah? TIDAK. Karena pembelajaran di sekolah sejak dulu masih memakai KURIKULUM BUKU PAKET. Sejak 60-70an Pembelajaran di kelas tidak jauh berbeda. Apapun kurikulumnya, guru hanya mengenal buku paket. Materi dalam buku paketlah yang menjadi “kitab suci” pengarajaran guru. Jika tidak percaya, cobalah tanya guru, apakah mereka bisa mengajar tanpa menggunakan buku paket sebagai buku pegangan?

2. Model pembelajaran Ceramah melulu

Metode pembelajaran yang menjadi favorit guru mungkin hanya satu, yaitu metode BERCERAMAH. Karena berceramaha itu mudah dan ringan, tanpa persiapan banyak, tanpa membutuhkan sarana yang banyak, tanpa persiapan yang rumit, pokoknya mudah banget. Metode ceramah menjadi metode terbanyak yang diapakai guru karena memang hanya itulah metode yang benar-benar dikuasai sebagain besar guru. Pernahkah guru mengajak anak berkeliling sekolahnya untuk belajar? Pernahkah guru membawa anak-anak melakukan percobaan di alam lingkungan sekitar? Atau pernahkah guru membawa seorang tentara langsung di kelas untuk menjelaskan profesi tentara?

3. Kurangnya daya dukung sarana prasarana dari regulator

Sebenarnya sih perhatian pemerintah itu sudah cukup, namun masih kurang banget. Pemerintah yang getol memberikan pelatihan pengajaran yang PAIKEM (dulunya PAKEM) tanpa memberikan pelatihan yang benar-benar memberi dampak dan pengaruh. Malah sebaliknya, pelatihan metode PAIKEM oleh pemerintah dilaksanakan dengan CERAMAH!

4. Peraturan yang membelenggu

Ini tentang KTSP, Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan, yang seharusnya sekolah memiliki kurikulum sendiri sesuai dengan karakteristiknya. Namun apa yang terjadi? Karena tuntutan RPP, SILABUS yang “membelenggu” kreatifitas guru dan sekolah dalam mengembangkan kekuatannya. Yang terjadi RPP banyak yang jiplakan (bahkan ada lho RPP dijual bebas, siapapun boleh meniru). Padahal RPP seharusnya unik sesuai dengan kondisi masing-masing sekolah. Administrasi-administrasi yang “membelenggu” guru, yang menjadikan guru lebih terfokus pada administrator, sehingga guru lupa fungsi utama lainnya sebagai mediator, motivator, akselerator, fasilitator, dan tor-tor lainnya.

5. Guru tidak mengajari keterampilan bertanya, murid tidak berani betanya (KOMPETENSI SETENGAH)

Lihatlah pembelajaran di ruang kelas. Sepertinya sudah diseragamkan. Anak duduk rapi, tangan dilipat di meja, mendengarkan guru menjelaskan. Anak “dipaksa” mendengar dan menerima inoformasi sejak pagi hingga siang. Anak diajarkan cara menyimak dan mendengarkan penjelasan guru, sementara kompetensi bertanya tak disentuh. Anak-anak dilatih sejak TK untuk diam saat guru menerangkan, untuk mendengarkan guru. Akibatnya anak tidak dilatih untuk bertanya. Anak tidak dibiasakan bertanya, anak tidak berani bertanya. Selesai mengajar, guru meminta anak untuk bertanya. Heninglah suasana kelas. Yang bertanya biasanya anak-anak itu saja.

6. Guru tidak berani mengajukan pertanyaan terbuka (KURANG KREATIF)

Salah satu ciri negara FINLANDIA yang merupakan negara ranking pertama kualitas pendidikannya adalah dalam ujian guru memberkan soal terbuka, siwa boleh menjawab soal dengan membaca buku. Di Indoneisa? Wah tunggu dulu, nanti banyak yang nyontek dong, begitu kilah seorang guru. Guru Indonesia belum siap menerapkan ini karena masih kesulitan membuat soal terbuka. Soal terbuka seolah-olah beban berat. Mendingan soal tertutup atau soal pilihan ganda, menilainya mudah, begitu kira-kira kilah guru.


7. Siswa menyontek, guru pun juga (BUDAYA MENYONTEK)

Siswa menyontek itu biasa terjadi. Tapi guru menyontek? Ini lebih parah. Lihatlah tes-tes yang diikuti guru, menyontek telah merasuki sosok guru.

sumber http://menujuhijau.blogspot.com/2010/11/7-penyebab-kualitas-pendidikan.html

Leia Mais…
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...